Monday, April 15, 2013

KKL I road to Jatim & Bali (part 2)


6 April 2013 Malang, Jawa Timur

Bangun pagi buta di daerah pegunungan sungguh membuat bulu ini berdiri. Tapi sekuat tenaga Njuz berusaha untuk bangkit melawan dinginnya pagi. Owh iya, posisi Njuz berada di kota Batu, Malang, Jawa Timur. Bagi orang-orang Batu pasti taulah dinginnya pagi hari di daerah ini. Memang sih tak sedingin hati kalian yang masih jomblo. Wahahaha. Tapi ini cukup dingin untuk membuat burung selalu ingin dalam sangkar.

Setelah bangkit dari spring bed, Njuz langsung olahraga dikit diluar kamar. Gak sampai 1menit Njuz langsung bablas balik kamar karena kedinginan. Inget pesen papa Njuz dulu, kalo kedinginan langsung mandi aja biar gak kedinginan. Njuz ikutin tuh pesen dari papa Njuz. Walhasil, nggigil tubuh Njuz dan akhirnya selimutan lagi.

Tak berapa lama ada rombongan panitia nyuruh bangun. Asem nih panitianya. Belum juga tidur lagi udah dibangunin. Tapi tak apa karena kata panitia itu akan ada sarapan. Dengan semangat 69 Njuz langsung bangkit dan siap-siap ke aula buat perang (baca : sarapan).

Sesampainya di aula.......
Kok tutup?
Apa-apaan ini? Sudah habiskah waktu makannya? Terlalu siangkah Njuz bangunnya? Masih adakah sisa kuah sup yang tercecer? Hmm.

Usut punya usut. Ternyata sarapannya jam 7.30 dan ini masih jam 5.30..!!! Rasa-rasanya pengen nelanjangin panitia-panitia itu terus Njuz suruh semedi di kebun hotel biar ngrasain dinginnya pagi hari..!!!

Allright, Njuz skip aja cerita ini menjadi setelah sarapan. Setelah sarapan pagi Njuz nyari susu (lagi) sama Patra. Ndak peduli harganya 8ribu yang penting ngangetin badan. Pucuk dicinta ulam tiba. Datang tuh penjual susu. Beli deh Njuz susu coklat. Ternyata harganya 5ribu. Peduli setan ini susu kemaren atau susu gak murni lagi yang penting anget.

Road to candi-candi di Malang

Sekitar jam 9 rombongan pergi meninggalkan hotel menuju candi Badut. Sebenarnya Njuz lupa candi Badut tu yang mana. Ya intinya kami foto-foto disana. Selesai foto-foto bablas menuju  candi Kidal.

Bus rombongan kami berhenti tepat di depan pelataran candi Kidal. Pintu Bus terbuka dan..... Byaaaaaar.. Baunya tidak berkesan sama sekali. Subhanallah. Ini bukan bau surga pastinya. Ini bau tai ayam...!!! Di sebelah candi ini terdapat kandang ayam yang lumayan besar. Wisata (baca : kuliah) kali ini benar-benar tidak berkesan karena bau tai ayam.

Candi ini dinamakan candi Kidal karena dulu yang membangun candi ini menggunakan tangan kiri semua. Ini hanya opini saya. Cmiiw. Hahaha.

Walau bau menyengat tapi harus tetep profesional sebagai mahasiswa. Stay cool. Tetep dengerin penjelasan dari dosen tentang candi ini. Satu dosen menjelaskan dengan semangat, dosen laennya tutup hidung nahan bau menyengat. Sebagian mahasiswa mendengarkan dengan antusias, sebagian lainnya tahan nafas sekuatnya.

Perlu diketahui bahwa foto-foto di candi ini sangat sedikit dikarenakan bau limbah berbahaya. Mahasiswa lebih memilih untuk langsung balik ke bus daripada bertempur dengan senjata biologis ini.

Selesai menghadapi senjata biologis dari candi Kidal, rombongan menuju Candi Singosari. Tak banyak info yang didapat dari candi Singosari dikarenakan hujan. Baru sebentar dengerin penjelasan dosen, sebagian mahasiswa masuk ke dalam  bus karena takut masuk anjing.

Baiklah. Selesai sudah acara di Jawa Timur. Saatnya road to Bali. Sampai di pelabuhan Ketapang rombongan disuruh turun dari bus dan berenang ke pulau Bali. Hahaha. Bukan bukan. Rombongan disuruh turun dulu biar menikmati udara laut sambil ngopi-ngopi terus naek kapal lewat Belalai Gajah. Mungkin terdengar aneh bagi kalian tentang Belalai Gajah karena nama itu saya dapat dari pemikiran saya sendiri. Hahahai.

Ketika berada di kapal, gelombang laut sedang tidak bersahabat. Kapal kami bergoyang ke kanan dan ke kiri. Jangan kalian bayangkan ini seperti goyang dangdut yang bikin birahi. Ini lebih membikin ketakutan. Bukan anu yang bereaksi tapi bulu yang berdiri.

1jam perjalanan di laut dengan gelombang yang menghantam cukup kuat tak menyurutkan niat untuk wisata (baca : kuliah) di Bali. Dan sampailah kami di pelabuhan Inimanuk, Bali.



Rv

No comments:

Post a Comment