Saturday, April 13, 2013

KKL I road to Jatim & Bali (part 1)


Bali. Pulau kecil yang masih mempertahankan adat budaya hingga menjadi daya tarik wisatawan asing maupung lokal. Siapapun pasti ingin melihat keindahan Bali. Pantai yang bersih terawat, masyarakat yang toleran, adat yang dilestarikan, serta benda kenyal yang sedikit terbungkus rapi ( . Y . )

Pada tanggal 4 April 2013 Njuz berangkat KKL I. KKL adalah kuliah kerja lapangan. KKL I kali ini diadakan di Jawa Timur dan Bali.

Seneng banget nih perasaan Njuz waktu denger mau pergi KKL I ke Jatim & Bali. Serasa terbang badan ini. Maka Njuz siapkan segalanya untuk persiapan KKL I ke Jatim & Bali. Dari mulai pakaian santai, celana kolor, sepatu, almamater, teropong buat liat bule bugil, kamera tembus pandang, kondom.

4-5 April 2013
Dimulailah perjalanan malam hari jam 23.00 WIB dari kampus Njuz ke Jawa Timur. Paginya rombongan sampai di Masjid Mojoagung, Jombang, Jawa Timur. Di tempat ini kami berhenti untuk mandi dan menunaikan ibadah sholat. Pagi-pagi gini ndak ada yang menarik mata sama sekali. Tengok kanan tengok kiri isinya ibu-ibu jualan. Fiuh. Baru setelah jam masuk sekolah rombongan murid-murid dari berbagai pelosok mata angin datang menuju tempat kami.

Mata ini mulai bergerilya ke kanan dan ke kiri. Huhuhuhu. Banyak sekali perempuan. Wuhu. Sayang mereka masih TK. *menunduk lesu*

Akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju situs Trowulan. Disana banyak dijumpai peninggalan kerajaan Majapahit. Kerajaan yang terkenal dengan seorang patihnya yang bernama Gadjah Mada. Oleh pemandu kami di ajak berkeliling menuju candi Tikus, candi Brahu, dan Bajang apa gitu. Bajang Loncat kalo gak salah namanya.

Oke. Apakah kalian tau bagian terpenting dari perjalanan ini? Bagian terpenting dari perjalanan ini adalah saat dimana kami FOTO-FOTO. Foto menunjukkan ke-eksis-an kami. Membuktikan bahwa kami pernah datang kesini. Hohoho.. Njuz pernah kesini lho. “Rivan was here”.

Saat dimana kita menyebut keadaan ini dengan kata “siang hari”, di saat itulah kami harus menunaikan ibadah Sholat Jum’at. Road to Masjid Mojoagung lagi.

Selesai melaksanakan Sholat Jum’at, kami bablas ke Blitar. Disana kami dipertontonkan candi Panataran. Candi ini lumayan besar dan tinggi. Namun sayang banyak bagian candi yang hilang. Di tempat ini juga terdapat petirtaan yang konon bisa membuat seseorang awet muda *Njuz langsung cuci muka disitu* dan prasasti yang guedhe tenan. Hmm. Aduh Njuz lupa nama dan isi prasasti tersebut. Okelah, tinggalkan sejenak candi beserta prasasti dan pemandiannya. Jangan sampai kita meninggalkan hal penting. Apa itu? Foto-foto donk!

Selesai foto-foto di candi Panataran, kami lanjutkan perjalanan ke Batu, Malang, Jawa Timur untuk bermalam. Kami bermalam di hotel “Mutiara Baru” atau “Permata Baru” gitu deh. Eeh sabar, ini bukan hotel esek-esek lho. Kalo hotel esek-esek itu bukan “Mutiara Baru” ataupun “Permata Baru”, melainkan hotel “Janda Baru”.

Setelah menaruh barang-barang di kamar, Njuz pun langsung mandi dan bablas keluar hotel dengan seorang kawan, sebut saja namanya Patra, buat nyari yang anget-anget. Woalha! Ketemu! Itu ada penjual susu murni. Kami pun menghampirinya. Mendengar obrolan penjual itu dengan seorang pembeli.

Pembeli : “Kopi susu tadi berapa pak?”

Penjual : “Delapan ribu”

Langsung balik kanan deh kami. Shock banget Njuz denger tuh harga kopi susu delapan ribu. Itu susu pasti meres langsung dari perempuan sapi, kalo gak pasti kopinya keluar dari silit luwak deh keliatan dari harganya yang mahal. What the hell..

Tidur dulu satu kamar dengan Tio, Sukis, Patra (semua nama disamarkan).


Rv

2 comments: